banner 728x250

*Disdagin Kota Bandung Gelar Mentoring Go Ekspor 2025, Produk UMKM Mendunia*

banner 120x600
banner 468x60

Bandung ELN , – Untuk meningkatkan PDB Daerah Kota Bandung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Program Mentoring Go Ekspor yang berlangsung selama 6 (enam) hari mulai tanggal 4 hingga 12 Februari 2025 di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia Afrika No.112, Bandung.

Diketahui, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis para pelaku usaha di Kota Bandung yang bisnisnya berorientasi ekspor, sehingga bisa melakukan kegiatan ekspor.

banner 325x300

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dihadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya, seperti Prof. Steph Subanidja guru besar di bidang Ilmu Manajemen yang membahas tentang manajemen usaha berorientasi ekspor, Prof. Ari Purwanti Guru Besar di bidang Ilmu Akuntansi dari Universitas Dian Nusantara yang membahas tentang “Pelaporan Keuangan Usaha Kecil Berorientasi Ekspor, Dr. Jerry Sambuaga Wakil Rektor bidang Hubungan Eksternal Universitas Pelita Harapan, Bayu Wicaksono Putro, S.T, M.A, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementrian Perdagangan, Eriklex Donald, S.E, M.M Eksportir yang juga Dosen Prodi Manajemen Universitas Dian Nusantara, Mr. Joop Baaijens Perwakilan buyer dari Belanda untuk pasar Eropa Barat, dan para narasumber lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM Kota Bandung yang sudah dikurasi sebelumnya.

Topik pada kegiatan Program Mentoring Go Ekspor di hari ke-5 tersebut membahas tentang Ekspor 5.0 (bisnis berorientasi ekspor yang terintegrasi dengan internet), Persiapan Business Matching serta Business Matching bersama Mr. Joop Baaijens.

Dalam kesempatannya Mr. Joop Baaijens mengatakan, bahwa dirinya telah melihat sejauh mana kesiapan produk-produk UMKM Kota Bandung ini sehingga Go Internasional.

Ia juga menambahkan, bahwa peran pemerintah Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Bandung diharapkan dapat membantu para pelaku usaha UMKM mulai dari perizinan hingga mengantongi sertifikasi karena di luar negeri ternyata level halal yang ada di Indonesia tidak dibutuhkan.

“Sebagai bentuk dukungan serta penunjang bagi para pelaku usaha UMKM Go Expor kita bekerjasama dengan beberapa universitas memberikan perbekalan apa saja yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM agar segera ekspor,” tegas Mr. Joop didampingi Ibu Tri Andayani, S.T.

Sementara itu, Eriklex Donald, S.E, M.M Selaku Direktur Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Dian Nusantara dan juga Dosen Prodi Manajemen menyampaikan, bahwa Program Mentoring Go Ekspor tahun ini bertujuan agar para pelaku UMKM bisa memasuki pasar Eropa Barat melalui Port of Rotterdam atau Schiphol Airport di Belanda sebagai pintu gerbangnya.

“Sewaktu kunjungan dinas saya ke Belanda dan 7 negara lainnya di Eropa Barat dari tgl 26 Nov – 10 Des 2024, saya melakukan observasi bahwa bea cukai disana sudah lebih familiar dengan produk-produk dari Indonesia karena traffic impor produk dari Indonesia cukup banyak dan itu karena menurut KBRI Den Haag, ada hampir 2jt diaspora kita, serta 400 lebih bisnis kuliner Indonesia yang tersebar di Belanda mulai dari restoran, toko, hingga bisnis katering rumahan,” bebernya.

“Bayangin, segitu banyaknya, jadi perlu banyak impor bumbu, snack, dan macam-macam produk dari Indonesia secara berkala dari Indonesia. Dan karena untuk negara Uni Eropa berlaku 1 border, 1 regulation, maka jika produk Indonesia sudah bisa lolos Customs di Belanda, maka bisa langsung di distribusikan ke +/- 450 juta penduduk Uni Eropa,” kata Eriklex.

“Produk-produk UMKM harus memiliki sertifikasi produk yang menjadi persyaratan untuk dapat masuk ke wilayah Uni Eropa. Ada 3 standra produk ekspor, yaitu standar wajib, kedua standar umum, dan ketiga standar khusus. Peran pemerintah untuk menunjang pelaku usaha UMKM yang berorientasi ekspor ada 2 hal, pertama membantu pengetahuan teknis seperti Program Mentoring Go Ekspor ini, ke-2 pengiriman sample produk ke potensial buyers, misalnya kerjasama dengan PT. Pos Indonesia untuk membuat harga spesial untuk pengiriman sample <10kg produk BDKT (Barang Dalam Kemasan Terbungkus) yang berorientasi ekspor ke negara Uni Eropa,” paparnya.

Ditempat yang sama, H. Muammar Khaddafi FB, SE, MAB selaku Analis Perdagangan Ahli Muda Sub Koordinator Ekspor Impor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung menyebutkan, “Kegiatan ekspor di tahun 2025 sudah memmasuki tahun ke-5, yaitu untuk memberikan pembinaan terhadap pelaku usaha UMKM di Kota Bandung,” ujarnya.

“Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman tentang tata cara prosedur ekspor mulai dari persyaratan dokumen yang diperlukan serta Indikator pendukung dan kelengkapan lainya,” katanya.

Tahun ini, lanjutnya, “Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung melakukan penilaian dan memilih beberapa UMKM yang dinilai layak dan mampu memenuhi target sebagai pelaku usaha yang dapat melakukan ekspor ke pasar Eropa Barat khususnya ke Belanda dan Jerman,” terang H. Muammar.

Sementara itu, Dr. Jerry Sambuaga sebagai Wakil Rektor Bidang Hubungan Eksternal Universitas Pelita Harapan yang hadir memberikan materi tentang Peran Universitas dan Mahasiswa dalam Mendukung Bisnis yang Berorientasi Ekspor untuk Meningkatkan PDB Nasional dan Daerah akan mendukung para pelaku UMKM.

“Kami memang punya keinginan dan juga punya komitmen untuk membantu para pelaku usaha UMKM yang tentunya nanti akan kita koordinasikan dengan para pimpinan di kampus UPH karena ini penting juga untuk IKU (Indikator Kinerja Utama) perguruan tinggi,” ucapnya.

“Adapun bentuk dukungan yang akan kita lakukan yaitu kita matching kan antara mahasiswa/i UPH dengan produk pelaku usaha yang berorientasi ekspor, selain mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus dalam bentuk berwirausaha juga akan berkolaborasi saling menguntungkan serta berpraktek langsung. Untuk itu, kami berharap ada tindak lanjut dari Disdagin Kota Bandung dengan ber MoU bersama UPH,” tutupnya.

Red

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *